Kecamatan STM Hilir

Tentang

Sejarah

Pada masa penjajahan Belanda, Kecamatan STM Hilir disebut VAN.N. Sinembah Tanjung Muda Hulu yang di pimpin oleh perbapaan bermarga Barus dan tunduk kepada Sultan Serdang di Perbaungan.
Sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, VAN.N. Senembah Tanjung Muda Hulu disebut Sinembah Tanjung Muda Hulu, pusat pemerintahannya berkedudukan di Desa Tadukan Raga.
Setelah penyerahan kedaulatan/pengapusan Negara Sumatera Timur sekitar Tahun 1945/1950, Sinembah Tanjung Muda dibagi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu dan Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir yang berkedudukan di Desa Talun Kenas terdiri dari 38 Desa dan pada tahun 1991 diciutkan menjadi 15 Desa.

Letak Geografis

Kecamatan Lubuk Pakam merupakan Ibu kota Kabupaten Deli Serdang dengan luas Wilayah + 31,19 km² terdiri atas 7 Kelurahan, 6 Desa dan 105 Dusun/Lingkungan. Wilayah Kecamatan Lubuk Pakam merupakan Daerah Pantai dengan ketinggian 0 s.d 8 meter dari permukaan Laut dan berbatas dengan:

1. Utara berbatas dengan Kecamatan Beringin
2. Timur berbatas dengan Kecamatan Pagar Merbau
3. Barat berbatas dengan Kecamatan Tanjung Morawa
4 .Selatan berbatas dengan Kecamatan Pagar Merbau
5. Di Kecamatan Lubuk Pakam mengalir 2 sungai yang besar yaitu Sei Batu Gingging dan Sei Kuala Namu.
6. Jarak dari Kecamatan Lubuk Pakam ke Pusat Provinsi Sumatera Utara adalah 22 Km. Berdasarkan PP No. 7/1984 Pasal 1 7. dijelaskan bahwa Pusat Pemerintahan Kecamatan Lubuk Pakam berkedudukan di Kelurahan Lubuk Pakam I-II.

Adat Kebudayaan

Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang terletak di dataran Tinggi, yang dominan menggunakan adat-istiadat Batak Karo. STM HIlir terdiri dari berbagai suku bangsa antara lain : Melayu, Karo, Simalungun, Toba, Mandailing, Jawa, Melayu, Pakpak, Padang dan lain-lain yang pada umumnya memeluk agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Khatolik, Hindu, Budha dan Konguchu.




Hak Cipta © 2023
Kecamatan STM Hilir
Kabupaten Deli Serdang